what i need

10Okt09


quoted from somewhere..
(beneran gak tau, mamn*s ditanya juga gak tau :p tapi kayaknya dari gambar akhwat lucu lagi berdoa deh, hehe)
so lovely yah, semacam cerita anak kecil berdoa minta mawar dan kupu-kupu (kupu-kupu po? aku kok lupa) tapi dikasihnya sama Allah malah kaktus dan ulat. awalnya anaknya agak kecewa, walaupun terus berdoa, tapi akhirnya dia sadar.. kaktusnya berbunga bagus banget dan ulatnya berubah jadi kupu-kupu yang memukau. juga semacam hadis – hadis bukan ya? – jangan terlalu mencintai sesuatu ataupun terlalu membenci sesuatu, karena yang terlalu kita cintai bisa saja sesuatu yang jelek dan memblokir hati (bahasanya..), vice versa.
Jadi, gak selamanya yang kamu pikir gak sesuai dengan keinginan itu gak worth it. mungkin itulah yang terbaik untukmu. :D Jangan sok tau, karena Allah adalah yang Maha Mengetahui :) )
Catatan buat aku masa depan
Pic credit: bekgron ngopi dari mazia-yang-nyari-di-mana-entah-tidak-tahu


Sobat, tahu tidak kenapa Allah sesekali membiarkan qta jatuh?
Agar qta tau bgmn caranya BERDIRI

Sebuah sms dari jaman purbakala yang menyentakkan. Akhir-akhir ini memang merasa jatuuuuuh banget untuk alasan maha konyol (padahal momen habis lebaran harusnya diisi dengan kegiatan menyenangkan dan baik-baik yang merupakan episode lanjutan dari Ramadhan kemarin). Terakhir kali ngerasa sejatuh itu ya, dah lama banget sampai lupa. Ini seperti teguran (atau memang iya).

maksudnya baru mau berdiri dengan tampang senang...

maksudnya baru mau berdiri dengan tampang senang...

Sekonyol-konyolnya tetap harus menyelesaikan masalah kemarin. Meskipun urusannya dengan diri sendiri, yang membuatnya jadi susah karena motivasinya harus datang dari dalam.
Tapi aku memang perlu berdiri. Walaupun terseak-seok, aku harus mampu. Aku mau kuat. InsyaAllah. :)


Jadi panitia mataf,, hehe

Sampe kampus harus jam 5,, Awalnya aku mau berangkat habis sholat subuh jam 4.40 dari rumah, trus -karena gak dibolehin ibukku, juga bapakku, yang tumben-tumbennya menidakbolehkanku sesuatu- mau lewat dalem kota, meskipun kemarin habis ada kecelakaan karambol di jembatan layang deket Cak Koting itu. Pingin banget lewat daerah nol kilometer subuh-subuh, kayaknya bakal seru banget.. sepi :D Eh sepi gak ya? Biasanya kan merambat. Tapi, ternyata waktu aku ngecek dah jam 5. Tidaaaa-aaa-aaak. Masya Allah, langsung lari-lari ke garasi dan mengubah rencana lewat ringroad, ngebut di jalan.

Ternyata ujan! Oke, sebelumnya memang dah tau sih kalo ujan, tapi tak kira udah selesai je. Ya gak apa-apalah,, alhamdulillah juga akhirnya ujan, pas puasa2 lagi :)

Di jalan, dengan kecripatan sana-sini, berusaha biar gak telat (maksimal telat 15menit). Alhamdulillah di perempatan mana gitu, ketemu Mbak QQ, salah satu pemandu. Njuk barengan sampe kampus. Ternyata belum telat, tapi dah banyak yang ngumpul di sana (sudah seharusnya, nak). Sampe parkiran trus langsung briefing singkat di Lobi C. Trus yang lain pada upacara, sedangkan aku dan KSK-ers yg laen ke Himika ngurusi sertifikat. Sampe siang juga,,, menganggur. -_____-” Bosaaaaaannnn!

Btw tadi pagi adek2nya jam 5.10 udah mulai muncul di jalan..salut deh. Konsepnya gak jauh2 beda dari mataf taun lalu, yg pas jamanku. Aku merasa bersalah dah ngepos postingan itu,, kayaknya ada adek2 maba yang baca dan keasikannya jadi berkurang. -__-

Buat lebih lengkapnya akan kuposting di hari2 mendatang,, kalo niat. Hmm, tadi bolos kuliah intro blok 7 :(

Diposting ketika nunggu waktu dan teman2 KSK istirahat di Himika.


Kadang diperdaya situasi dan bingung, uh.
Contoh sangat simple:
dapet nilai kategori B waktu MCQ[1]
*Reaksiku: nggerung-nggerung[2] yang tidak sengaja didengar teman yang tidak lulus MCQ dan teman yang nilainya A
*reaksi teman yang tidak lulus MCQ: “Kamu tu mbok ya bersyukur,, masih dapet B kan? Lha, aku??”
*reaksi teman yang dapet A: “Udah.. Semangat aja, blok depan kamu pasti bisa dapet nilai yang lebih bagus!”
*reaksiku dalam hati: “Aku bersyukur kok lulus.. Tapi kok dia bisa dapet A??”[3] lalu menunjuk si-teman-bernilai-A
.
.
Itu contoh yang wajar ditemui dalam kehidupan sehari-hari[4]. Maksudku.. bukan bingung sih, tapi serba salah. Beda gak sih? :grin: Maksudku, ketika kita berada dalam suatu kondisi yang tengah-tengah, dan kita mau maju, mestinya liat ke atas kan? Jadi termotivasi dan berusaha sekuat-kuatnya. Tapi ketika hampir beringas, kita juga harus sadar untuk liat ke bawah dan bersyukur. Intinya seimbang dan pengendalian diri (?)
Ah ya, mestinya bisa membedakan mana ketika aku pingin maju dengan aku yang lupa bersyukur (astaghfirullah :cry: ).. Masalahnya, kadang situasi itu ambigu banget dan orang (aku) lupa kapan harus stop nggerung-nggerung[5] dan nengok ke bawah..atau ndangak ke atas ketika “males” menjadi titel yang mengekor di belakang namaku, T__T
It’s always easier said than done. Positive thinking nak, kembali ke Panduan!
.

Footnote
[1] Multiple Choice Question: salah satu dari empat jenis ujian blok di kampusku yang berbobot paling bombastis, yaitu 50% sendiri dari total nilai blok. Terdiri dari 2 sesi dan total berisi seratus-dua ratus-an soal. Kalo remed merogoh kocek puluhan bahkan seratusan ribu rupiah. Tapi alhamdulillah blum pernah remed sih, hehe.
[2] Ini exaggerating ah, nggerung2? Apa itu?
[3] Bukan mempertanyakan nasib semacam senandung “hidup sungguh tidak adil lalalaaaaa~” tapi nanyain kiat agar bernilai bagus.
[4] Bukan berarti hidupku hanya dipenuhi masalah nilai.
[5] Liat poin [2].